Tampilkan postingan dengan label Other Category. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Other Category. Tampilkan semua postingan
Senin, 31 Oktober 2011
Antara Ketakwaan dan Lingkungan
Senin, Oktober 31, 2011
Other Category
Antara Ketakwaan dan Lingkungan
Go green adalah suatu kalimat yang muncul
ketika sebagian masyarakat di bumi ini sadar akan perlunya kelestarian alam,
tetapi apakah kita bisa melaksanakan program tersebut tanpa didasari ketakwaan?
Karena dengan ketakwaan kita bisa menjadi seorang yang kontributif terhadap
lingkungan.
Berikut ini
adalah fakta fakta mengenai kerusakkan lingkungan yang terjadi dewasa ini:
a)
Pemanasan global, yang diakibatkan efek rumah kaca, sehingga
mengakibatkan iklim dibumi menjadi tidak menentu. Dan hal ini mulai dapat kita
rasakan sekarang.
b)
Peningkatan kecil rotasi bumi, karena ketidakseimbangan
yang terjadi di dalam perut bumi sehingga rotasi bumi meningkat dan pergeseran
lempeng bumi pun semakin cepat
c)
Terjadinya perubahan pola peruntukan tanah, pembangunan
perumahan mulai merabah ke pedesaan dan menggantikan lahan pertanian, sehingga
dapat merusak keseimbangan alam.
d)
Sebesar ¾ pembuangan gas yang mencemari udara
dihasilkan oleh mobil, sejak saat ini hingga 2030 penyebaran mobil di dunia
dapat mencapai 1 milyar bahkan lebih,.
Seiring semakin maraknya kerusakkan yang terjadi di bumi ini, bersamaan
dengan itu pula berbagai macam kebijakkan diluncurkan. Tapi kenapa
perealisasiannya tidak dapat kita rasakan???
Hal ini dikarenakan tingkat ketakwaan pada diri masyarakat maupun pejabat
yang membuat kebijakan masih rendah, orang yang bertakwa pasti akan memegang
amanah dengan baik, sehingga kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah akan
dilaksanakan dengan baik.
Selain itu manusia yang religius dan bertakwa selalu merasa antara
dirinya dan alam memiliki keterkaitan dan akan menganggap alam sebagai
sahabatnya, sehingga dia akan aktif dalam menjaga lingkungan.
Tuhan menyebut alam lingkungan
sebagai nikmat besar yang diberikan-Nya untuk manusia agar dapat dimanfaatkan
dalam kehidupannya secara benar., Allah berfirman (dalam QS. Jaatsiyah: 13), “Dan
Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi, semuanya
berasal dari-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat
tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” Dengan demikian, manusia
sebagai khalifah Tuhan di muka bumi memiliki kemampuan dan kesempatan untuk
memanfaatkan alam semesta bagi kehidupannya, baik di bumi, maupun di langit, tetapi
selain diberi wewenang manusia juga memiliki kewajiban untuk menjaga dan cepat
tanggap (responsif) terhadap lingkungan, Allah SWT berfirman (QS.. Ar-Ruum: 41),, “Telah tampak kerusakan di
darat dan di laut yang disebabkan oleh perbuatan tangan manusia; Allah
menghendaki supaya mereka merasakan sebagian dari perilaku mereka itu supaya
mereka kembali (ke jalan yang benar).”
Apabila semua
pemeluk agama bertakwa kepada Tuhannya masing-masing, dan menjalankan apa yang
diperintahkanNya, dan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kelestarian
alam, maka keseimbangan alam pun akan senantiasa terjaga, dan itulah hubungan
yang sinkron antara ketakwaan dan lingkungan, dan dengan ketakwaanlah kita
menjadi orang yang aktif responsif dan kontributif terhadap lingkungan.
Anak kecil yang bernasib malang
Senin, Oktober 31, 2011
Other Category
Anak kecil yang bernasib malang
Pada suatu hari
seorang anak kecil tinggal bersama ayahnya ,mempunyai rumah yang tidak layak
huni terbuat dari anyaman bambu yang di buat sendiri oleh ayahnya.sang anak
kecil mempunyai keinginan dan mengatakan kepada ayahnya pada saat mereka duduk
bersama di depan rumahnya.
“wahai ayah,apakah engkau bisa
mewujudkan keinginanku” Tanya sang anak kepada ayahnya
Sang ayah menjawab ”anakku apa yang
engkau inginkan”
“aku ingin sebuah topi agar setiap
pulang sekolah aku tidak kepanasan” anak laki-laki yang duduk di SMP kelas 2
ini mengutarakan keinginannya.
“sesungguhnya tidak ada seorang
ayah yang tidak memperdulikan anaknya,ketahuilah anakku aku tidak akan
meninggalkan keinginanmu” jawab sang
ayah yang penuh lemah lembut dan penuh kasih sayang.
JANGAN DEKATI ZINA
Senin, Oktober 31, 2011
Other Category
JANGAN DEKATI ZINA
Oleh : Imam Ibnu Qayyim Al-jauziyah
Pendahuluan
Bahaya Zina
Melihat bahwa bahaya yang ditimbulkan oleh praktek zina
merupakan bahaya yang tergolong besar, dan praktek tersebut juga
bertentangan dengan aturan universal yang diberlakukan untuk menjaga kejelasan nasab
keturunan, menjaga kesucian dan kehormatan diri, juga mewaspadai hal-hal yang
menimbulkan permusuhan serta perasaan benci di antara manusia
disebabkan pengrusakan terhadap kehormatan isteri, putri, saudara perempuan dan
ibu mereka. Dan ini jelas akan merusak tatanan kehidupan. Melihat hal itu
semua, pantaslah bahaya praktek zina itu -bobotnya- setingkat di bawah praktek
pembunuhan. Oleh karena itu, Allah I menggandeng keduanya di dalam Al-Qur'an dan
juga Rasulullah dalam keterangan hadits beliau.
Al-Imam Ahmad berkata: "Aku tidak mengetahui sebuah dosa -setelah dosa membunuh jiwa- yang lebih besar dari dosa zina." Dan Allah menegaskan pengharamannya dalam firmanNya:
"Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan lain
beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali
dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan
demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat
gandakan adzab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam adzab
itu, dalam keadaan terhina kecuali orang-orang yang bertaubat ..." (Al-Furqan: 68-70).
Dalam ayat tersebut, Allah menggandengkan zina dengan
syirik dan membunuh jiwa, dan vonis hukumannya adalah kekal dalam adzab berat
yang berlipat ganda, selama pelakunya tidak menetralisir hal tersebut dengan
cara bertaubat, beriman dan beramal shalih. Allah I berfirman:
"Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina
itu adalah suatu perbuatan yang keji (fahisyah) dan suatu jalan yang
buruk." (Al-Isra': 32).
Di sini Allah menjelaskan tentang kejinya praktek zina dan kata "fahisyah" maknanya adalah perbuatan keji atau kotor yang sudah mencapai tingkat yang tinggi dan dapat diakui kekejiannya oleh setiap orang berakal bahkan oleh sebagian banyak binatang, sebagaimana disebutkan oleh Al-Bukhari dalam Shahih-nya dari Amr bin Maimun Al-Audi, dia berkata: "Aku pernah melihat -pada masa jahiliyah- seekor kera jantan yang berzina dengan seekor kera betina. Lalu datanglah kawanan kera mengerumuni mereka berdua dan melempari keduanya sampai mati." Kemudian Allah juga memberitahukan bahwa praktek zina adalah seburukburuk jalan; karena merupakan jalan kebinasaan, kehancuran dan kehinaan di dunia, siksaan dan azab di akhirat nanti. Dan karena menikahi mantan isteri-isteri ayah itu termasuk perbuatan yang sangat jelek sekali, Allah I secara khusus memberikan "cela" tambahan bagi praktek menikahi isteri orang tua. Allah berfirman (setelah secara tegas
melarang kaum muslimin untuk menikahi isteri-isteri ayah
mereka, pent):
"Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci
Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh)." (An-Nisa': 22). Allah I juga menggantungkan keberuntungan seorang hamba
pada
kemampuannya dalam menjaga "kehormatan"nya. Tak
ada jalan menuju keberuntungan tanpa menjaga "kehormatan". Allah
berfirman:
"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman.
(Yaitu) orang-orang yang
khusyu' dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan
diri dari (perbuatan
dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang
me- nunaikan zakat,
dan orang-orang yang menjaga kemaluannya kecuali terhadap
isteri-isteri mereka
atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka
dalam hal ini tiada
tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka
itulah orang-orang yang
melampaui batas." (Al-Mukminun: 1-7).
PENTINGNYA PENDIDIKAN PENGEMBANGAN KARAKTER
Senin, Oktober 31, 2011
Other Category
1. PEMBENTUKAN
KARAKTER
Pembentukan
karakter yang baik bagi generasi penerus harus dimulai ketika seseorang masih
kecil. Karena pada usia emas inilah nilai-nilai yang baik akan lebih mudah
dicerna oleh anak-anak. “Pentingnya pengembangan karakter bangsa sebagai dasar
untuk menciptakan generasi yang unggul dan memiliki daya saing,” kata salah
seorang pendiri Indonesia Heritage Foundation (IHF), Sofyan A Djalil saat
peluncuran buku Semua Berakar pada Karakter karya Ratna Megawangi di Jakarta,
Sabtu (19/5). Ratna memaparkan, pengasuhan ramah otak (Brain Base Parenting)
sangat penting dalam membentuk manusia secara utuh (holistik) dengan mengembangkan
aspek fisik, emosi, sosial, kreativitas, spiritual, dan intelektual anak secara
optimal. “Semua dimensi kita kembangkan dan kita masukkan ke dalam modul-modul
pendidikan. Ramah otak yang dimaksud adalah bagaimana orangtua mendekati
anaknya dengan metode yang diarahkan agar otak dapat berkembang dengan baik,
dengan pengembangan karakter yang baik,” papar Ratna Megawangi. Pada kesempatan
itu diberikan penghargaan kepada para mitra IHF yang telah membangun lebih dari
322 institusi pendidikan prasekolah di seluru Indonesia. Sekolah-sekolah itu di
bawah nama Semai Benih Bangsa di daerah tertinggal. IHF juga membantu beberapa
perusahaan menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang
pendidikan karakter. “Sekolah ini bersifat mandiri, tidak ada peran
pemerintah,” katanya. (Hajier, 2010)
2.
PENTINGNYA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Tahun-tahun pertama kehidupan anak merupakan kurun waktu
yang sangat penting dan kritis dalam hal tumbuh kembang fisik, mental, dan
psikososial, yang berjalan sedemikian cepatnya sehingga keberhasilan
tahun-tahun pertama untuk sebagian besar menentukan hari depan anak. Kelainan
atau penyimpangan apapun apabila tidak diintervensi secara dini dengan baik
pada saatnya, dan tidak terdeteksi secara nyata mendapatkan perawatan yang
bersifat purna yaitu promotif, preventif, dan rehabilitatif akan mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya (IT Yapi Al Azhar Rawamangun, 2011).
Pemerintah telah menunjukkan kemauan politiknya dalam
membangunan sumber daya manusia sejak dini. Seperti disampaikan Ibu Megawati
(wakil presiden pada saat itu) saat membuka Konferensi Pusat I Masa Bakti VII
Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia. Beliau menegaskan pentingnya
pendidikan anak usia dini dalam konsep pembinaan dan pengembangan anak
dihubungkan pembentukan karakter manusia seutuhnya. Lebih jauh lagi beliau
menyatakan sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa pendidikan bagi anak di usia
dini merupakan basis penentu pembentukan karakter manusia Indonesia di dalam
kehidupan berbangsa.
Pernyataan ini menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini
sangat penting bagi kelangsungan bangsa, dan perlu menjadi perhatian serius
dari pemerintah. Pendidikan anak usia dini merupakan strategi pembangunan
sumber daya manusia harus dipandang sebagai titik sentral mengingat pembentukan
karakter bangsa dan kehandalan SDM ditentukan bagaimana penanaman sejak anak
usia dini. Pentingnya pendidikan pada masa ini sehingga sering disebut dengan
masa usia emas (the golden age).
2.1 Pengertian Pendidikan Anak Usia Dini
Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan
sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang
ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan
melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan
perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki
pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan
informal.
Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan
pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan
perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya
pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional
(sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan
dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.
Saat ini bidang ilmu pendidikan, psikologi, kedokteran,
psikiatri, berkembang dengan sangat pesat. Keadaan itu telah membuka wawasan
baru terhadap pemahaman mengenai anak dan mengubah cara perawatan dan
pendidikan anak. Setiap anak mempunyai banyak bentuk kecerdasan (Multiple
Intelligences) yang menurut Howard Gardner terdapat delapan domain kecerdasan
atau intelegensi yang dimiliki semua orang, termasuk anak. Kedelapan domain itu
yaitu inteligensi music, kinestetik tubuh, logika matematik, linguistik
(verbal), spasial, naturalis, interpersonal dan intrapersonal.
Multiple Intelligences ini perlu digali dan ditumbuh
kembangkan dengan cara memberi kesempatan kepada anak untuk mengembangkan
secara optimal potensi-potensi yang dimiliki atas upayanya sendiri (Tientje,
2000).
2.2 Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini dalam Membangun Masa
Depan Bangsa
Kondisi SDM Indonesia berdasarkan hasil survey yang
dilakukan oleh PERC (Political and Economic Risk Consultancy) pada bulan Maret
2002 menunjukkan kualitas pendidikan Indonesia berada pada peringkat ke-12,
terbawah di kawasan ASEAN yaitu setingkat di bawah Vietnam. Rendahnya kualtias
hasil pendidikan ini berdampak terhadap rendahnya kualtias sumber daya manusia
Indonesia.
Dalam kondisi seperti ini tentunya sulit bagi bangsa
Indonesia untuk mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Pembangunan sumber
daya manusia yang dilaksanakan di Negara-negara maju seperti Amerika Serikat,
Jerman, Jepang dan sebagainya, dimulai dengan pengembangan anak usia dini yang
mencakup perawatan, pengasuhan dan pendidikan sebagai program utuh dan
dilaksanakan secara terpadu. Pemahaman pentingnya pengembangan anak usia dini
sebagai langkah dasar bagi pengembangan sumber daya manusia juga telah
dilakukan oleh bangsa-bangsa ASEAN lainnya seperti Thailand, Singapura,
termasuk negara industry Korea Selatan. Bahkan pelayanan pendidikan anak usia
dini di Singapura tergolong paling maju apabila dibandingkan dengan
negara-negara ASEAN lainnya.
Di Indonesia pelaksanaan PAUD masih terkesan ekslusif dan
baru menjangkau sebagian kecil masyarakat. Meskipun berbagai program perawatan
dan pendidikan bagi anak usia dini usia (0-6 tahun) telah dilaksanakan di
Indonesia sejak lama, namun hingga tahun 2000 menunjukkan anak usia 0-6 tahun
yang memperoleh layanan perawatan dan pendidikan masih rendah. Data tahun 2001
menunjukkan bahwa dari sekitar 26,2 jut anak usia 0-6 tahun yang telah
memperoleh layanan pendidikan dini melalui berbagai program baru sekitar 4,5
juta anak (17%). Kontribusi tertinggi melalui Bina Keluarga Balita (9,5%),
Taman Kanak-kanak (6,1%), Raudhatul Atfal (1,5%). Sedangkan melalui penitipan
anak dan kelompok bermain kontribusinya masing-masing sangat kecil yaitu
sekitar 1% dan 0,24%.
Masih rendahnya layanan pendidikan dan perawatan bagi anak
usia dini saat ini antara lain disebabkan masih terbatasnya jumla lembaga yang
memberikan layanan pendidikan dini jika dibanding dengan jumlah anak usia 0-6
tahun yang seharusnya memperoleh layanan tersebut. Berbagai program yang ada
baik langsung (melalui Bina Keluarga Balita dan Posyandu) yang telah ditempuh
selama ini ternyata belum memberikan layanan secara utuh, belum bersinergi dan
belum terintegrasi pelayanannya antara aspek pendidikan, kesehatan dan gizi.
Padahal ketiga aspek tersebut sangat menentukan tingkat intelektualitas, kecerdasan
dan tumbuh kembang anak.
Pentingnya pendidikan anak usia dini telah menjadi
perhatian dunia internasional. Dalam pertemuan Forum Pendidikan Dunia tahun
2000 di Dakar Senegal menghasilkan enam kesepakatan sebagai kerangka aksi
pendidikan untuk semua dan salah satu butirnya adalah memperluas dan
memperbaiki keseluruhan perawatan dan pendidikan anak usia dini, terutama bagi
anak-anak yang sangat rawan dan kurang beruntung, Indonesia sebagai salah satu
anggota forum tersebut terikat untuk melaksanakan komitmen ini.
Perhatian dunia internasional terhadap urgensi pendidikan
anak usia dini diperkuat oleh berbagai penelitian terbaru tentang otak. Pada
saat bayi dilahirkan ia sudah dibekali Tuhan dengan struktur otak yang lengkap,
namun baru mencapai kematangannya setelah di luar kandungan. Bayi yang baru
lahir memiliki lebih dari 100 milyar neuron dan sekitar satu trilyun sel glia
yang berfungsi sebagai perekat serta synap (cabang-cabang neuron) yang akan
membentuk bertrilyun-trilyun sambungan antar neuron yang jumlahnya melebihi
kebutuhan. Synap ini akan bekerja sampai usia 5-6 tahun. Banyaknya jumlah
sambungan tersebut mempengaruhi pembentukan kemampuan otak sepanjang hidupnya.
Pertumbuhan jumlah jaringan otak dipengaruhi oleh pengalaman yang didapat anak
pada awal-awal tahun kehidupannya, terutama pengalaman yang menyenangkan. Pada
fase perkembangan ini akan memiliki potensi yang luar biasa dalam mengembangkan
kemampuan berbahasa, matematika, keterampilan berpikir, dan pembentukan
stabilitas emosional.
Ada empat pertimbangan pokok pentingnya pendidikan anak
usia dini, yaitu: (1) menyiapkan tenaga manusia yang berkualitas,
(2) mendorong percepatan perputaran ekonomi dan rendahnya
biaya sosial karena
tingginya produktivitas kerja dan daya tahan,
(3) meningkatkan pemerataan dalam kehidupan masyarakat,
(4) menolong para orang tua dan anak-anak.
Pendidikan anak usia dini tidak sekedar berfungsi untuk
memberikan pengalaman belajar kepada anak, tetapi yang lebih penting berfungsi
untuk mengoptimalkan perkembangan otak. Pendidikan anak usia dini sepatutnya
juga mencakup seluruh proses stimulasi psikososial dan tidak terbatas pada
proses pembelajaran yang terjadi dalam lembaga pendidikan. Artinya, pendidikan
anak usia dini dapat berlangsung dimana saja dan kapan saja seperti halnya
interaksi manusia yang terjadi di dalam keluarga, teman sebaya, dan dari
hubungan kemasyarakatan yang sesuai dengan kondisi dan perkembangan anak usia
dini.
2.3 Perkembangan Anak Usia Dini
Sebagian besar masyarakat berpendapat bahwa memberikan
pendidikan anak usia dini cukup dilakukan oleh orang dewasa yang tidak
memerlukan pengetahuan tentang PAUD. Selain itu juga mereka menganggap PAUD
tidak memerlukan profesionalisme. Pandangn tersebut adalah keliru.
Jika PAUD ingin dilakukan di rumah oleh ibu-ibu sendiri,
maka ibu-ibu itu perlu belajar dan menambah pengetahuan tentang proses
pembelajaran anak, misalnya dengan membaca buku, mengikuti ceramah atau seminar
tentang PAUD. Kenyataannya semakin banyak ibu-ibu bekerja di luar rumah, oleh
karena itu haruslah orang yang menggantikan peran ibu tersebut memahami proses
tumbuh kembang anak. Pembelajaran pada anak usia dini adalah proses
pembelajaran yang dilakukan melalui bermain. Ada lima karakteristik bermain
yang esensial dalam hubungan dengan PAUD (IT
Yapi Al Azhar Rawamangun, 2011). yaitu:
meningkatkan motivasi, pilihan bebas (sendiri tanpa paksaan), non linier,
menyenangkan dan pelaku terlibat secara aktif.
Bila salah satu kriteria bermain tidak terpenuhi misalnya
guru mendominasi kelas dengan membuatkan contoh dan diberikan kepada anak maka
proses belajar mengajar bukan lagi melalui bermain. Proses belajar mengajar
seperti itu membuat guru tidak sensitif terhadap tingkat kesulitan yang dialami
masing-masing anak. Ketidaksensitifan orangtua terhadap kesulitan anak bisa
juga terjadi, alasan utama yang dikemukakan biasanya karena kurangnya waktu
karena orangtua bekerja di luar rumah.
Memahami perkembangan anak dapat dilakukan melalui
interaksi dan interdependensi antara orangtua dan guru yang terus dilakukan
agar penggalian potensi kecerdasan anak dapat optimal. Interaksi dilakukan
dengan cara guru dan orangtua memahami perkembangan anak dan kemampuan dasar
minimal yang perlu dimiliki anak, yaitu musikal, kinestetik tubuh, logika
matematika, linguistik, spasial, interpersonal dan intrapersonal, karena pada
umumnya semua orang punya tujuh intelegensi itu, tentu bervariasi tingkat
skalanya
2.4 Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak Usia Dini
Anak adalah perwujudan cinta kasih orang dewasa yang siap
atau tidak untuk menjadi orang tua. Memiliki anak, siap atau tidak, mengubah
banyak hal dalam kehidupan, dan pada akhirnya mau atau tidak kita dituntut
untuk siap menjadi orang tua yang harus dapat mempersiapkan anak-anak kita agar
dapat menjalankan kehidupan masa depan mereka dengan baik.
Mengenal, mengetahui, memahami dunia anak memang bukan
sesuatu yang mudah. Dunia yang penuh warna-warni, dunia yang segalanya indah,
mudah, ceria, penuh cinta, penuh keajaiban dan penuh kejutan. Dunia yang
seharusnya dimiliki oleh setiap anak anak namun dalam kepemilikanya banyak bergantung
pada peranan orang tua.
Para ahli sependapat bahwa peranan orang tua begitu besar
dalam membantu anak-anak agar siap memasuki gerbang kehidupan mereka. Ini
berarti bahwa jika berbicara tentang gerbang kehidupan mereka, maka akan
membicarakan prospek kehidupan mereka 20-25 tahun mendatang. Pada tahun itulah
mereka memasuki kehidupan yang sesungguhnya. Masuk ke dalam kemandirian penuh,
masuk ke dalam dunia mereka yang independen yang sudah seharusnya terlepas
penuh dari orang tua dimana keputusan-keputusan hidup mereka sudah harus dapat
dilakukan sendiri. Disinilah peranan orang tua sudah sangat berkurang dan
sebagai orang tua, pada saat itu kita hanya dapat melihat buah hasil didikan
kita sekarang, tanpa dapat melakukan perubahan apapun.
Mengapa orang tua perlu meningkatkan intelektualitas anak
demi mempersiapkan mereka masuk sekolah? Jawabannya, sekolah saat ini meminta
persyaratan yang cukup tinggi dari kualitas seorang siswa. Masih didapat siswa
yang masuk SD sudah diperkenalkan dengan berbagai macam pelajaran dan ilmu
sejak dini. Anak-anak sudah harus memiliki kreativitas yang tinggi sejak kecil.
Oleh sebab itu, anak-anak yang memiliki intelektualitas yang tinggi akan lebih
mudah menerima dengan baik semua yang diajarkan. Mereka akan memiliki
kepercayaan diri yang tinggi, lebih mudah beradaptasi, lebih mudah menerima
hal-hal yang baru, atau intelektualitas anak bisa dikembangkan jauh sebelum
mereka masuk ke sekolah. Kondisi seperti itulah yang menempatkan orang tua
sebagai guru pertama dan utama bagi anak-anaknya dalam program pendidikan
informal yang terjadi di lingkungan keluarga.
2.5 Permasalahan Pendidikan Anak Usia Dini
Memasuki abad 21, dunia pendidikan di Indonesia menghadapi
tiga tantangan besar. Pertama, sebagai akibat dari multi krisis yang menimpa
Indonesia sejak tahun 1997, dunia pendidikan dituntut untuk dapat
mempertahankan hasil-hasil pembangunan pendidikan yang telah dicapai. Kedua,
untuk mengantisipasi era globalisasi, dunia pendidikan dituntut untuk
mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga mampu bersaing
dalam pasar kerja global. Ketiga, sejalan dengan diberlakukannya otonomi
daerah, perlu dilakukan perubahan dan penyesuaian system pendidikan nasional,
sehingga dapat mewujudkan proses pendidikan yang lebih demokratis,
memperhatikan keragaman potensi, kebutuhan daerah, peserta didik, dan mendorong
peningkatan partisipasi masyarakat.
Permasalahannya adalah ketidaksiapan bangsa Indonesia
menghadapi ketiga tantangan di atas, disebabkan rendahnya mutu sumber daya
manusianya. Untuk menghadapi tantangan itu, diperlukan upaya serius melalui
pendidikan sejak dini yang mampu meletakkan dasar-dasar pemberdayaan manusia
agar memiliki kesadaran akan potensi diri dan dapat mengembangkannya bagi
kebutuhan diri, masyarakat dan bangsa sehingga dapat membentuk masyarakat
madani. Pendidikan anak usia dini merupakan hal paling mendasar yang dilakukan
sedini mungkin dan dilaksanakan secara menyeluruh dan terpadu. Menyeluruh,
artinya layanan yang diberikan kepada anak mencakup layanan pendidikan,
kesehatan dan gizi. Terpadu mengandung arti layanan tidak saja diberikan pada
anak usia dini, tetapi juga kepada keluarga dan masyarakat sebagai satu
kesatuan layanan.
3.
PENTINGNYA PENDIDIKAN KELUARGA DALAM
MASYARAKAT
Jakarta, HMINEWS.Com – Keluarga sebagai entitas terkecil dalam
masyarakat merupakan bagian yang sangat sentral dalam membangun karakter anak.
Keberhasilan anak tidak ditentukan oleh pendidikan formal semata, tetapi juga
pendidikan dalam keluarga. Selain itu, komunikasi yang baik antara anak dan
orang tua menjadi kunci dalam membangun keluarga utama.
Hal inilah yang menjadi inti pembicaraan dalam seminar dan
peluncuran buku Keluarga Utama Visi Praktis Back to Family, di Universitas
al-Azhar Jakarta, Minggu (25/07). Hadir sebagai pembicara adalah Saat Suharto
(Praktisi Ekonomi dan Pendiri BTM TAMZIS) dan Syahrul Efendi Dasopang sebagai
penulis buku.
Menurut Syahrul, karakter
tidak ditentukan oleh tempat pendidikan yang hebat. Akan tetapi keluarga
mempunyai peran yang sangat penting dalam menentukan karakter seseorang. Akan tetapi Syahrul menambahkan, saat ini
sepertinya, tidak terjadi kerjasama antara keluarga dengan institusi pendidikan
formal. Sementara itu, Saat Suharto berpendapat, hal yang sangat penting adalah
pola komunikasi antara anak dengan orang tua. Banyak orang tua yang gagal dalam
membangun komunikasi dengan anak-anaknya. Pola komunikasi yang dibangun juga
haruslah berkualitas. Komunikasi yang berkualitas juga harus dibarengi dengan
intensitas pertemuan yang cukup dengan anak. Menurutnya, keluarga utama
lahir dari pribadi-pribadi utama, untuk itu keluarga utama perlu di tata baik
dari sisi hanif, akhlak, maupun qalbunya. (Adi, 2010)
DAFTAR
PUSTAKA
Adi.2010.Pentingnya Pendidikan Keluarga Dalam Masyarakat.
http://hminews.com/event/pentingnya-pendidikan-keluarga-dalam-masyarakat/ (4 September 2011)
Hajier.2010. Pembentukan Karakter.http://hajier.student.umm.ac.id
/2010/02/04/pembentukan-karakter/ (4 September 2011)
IT Yapi Al Azhar Rawamangun.2011. Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini
http://www.yapi-alazhar.sch.id/en/artikel-dan-opini/item/9-pentingnya pendidikan-anak-usia-dini.html (4 September 2011)
Tientje, Nurlaila N.Q. Mei
dan Iskandar, Yul. 2004. Pendidikan Anak Dini Usia
Untuk
Mengembangkan Multipel Inteligensi. Jakarta: Dharma Graha Group.
Selasa, 18 Oktober 2011
biologi dan mutu udang beku
Selasa, Oktober 18, 2011
Other Category
2.1 Biologi Udang Windu
Menurut Agung (2007) dalam dunia internasional, udang windu dikenal
dengan nama black tiger, tiger shrimp, atau tiger prawn.
Adapun udang windu diklasifikasikan sebagai berikut :
Kingdom
: Animalia
Phyllum : Arthropoda
Class
: Malacostraca
Ordo
: Decapoda
Family
: Panaeidae
Genus
: Panaeus
Species
: Panaeus monodon Fabricus
Ditinjau dari morfologinya, tubuh udang
windu (Panaeus monodon Fab.) terbagi menjadi dua bagian, yakni bagian kepala
yang menyatu dengan dada atau disebut cephalothorax dan bagian perut (abdomen)
yang terdapat ekor dibagian belakangnya. Bagian tubuhnya terdiri dari beberapa
ruas (segmen). Cephalothorax terdiri dari 13 ruas, yaitu
kepalanya sendiri 5 ruas dan dadanya 8 ruas, Sedangkan bagian perut terdiri
atas 6 segmen dan 1 telson. Setiap ruas tubuh memiliki kaki sepasang (Agung
2007).
Udang windu (Panaeus monodon Fab.)
memiliki sifat-sifat dan ciri khas
yang
membedakannya dengan udang-udang yang lain. Udang windu bersifat Euryhaline,
yakni secara alami bisa hidup di perairan yang berkadar garam dengan rentang
yang luas, yakni 5-45 ‰. Kadar garam ideal untuk pertumbuhan udang windu adalah
19-35 ‰. Sifat lain yang juga menguntungkan adalah ketahanannya terhadap
perubahan suhu yang dikenal sebagai eurythemal (Agung 2007).
2.2 Definisi Produk
Pembekuan adalah
adalah salah satu cara untuk mengawetkan makanan berdasarkan atas penghambatan
pertumbuhan mikroorganisme, menahan reaksi kimia dan aktivitas enzim. Faktor
yang penting dalam pembekuan adalah kecepatan pembekuan. Pembekuan cepat lebih
dianjurkan dari pada pembekuan lambat karena mempunyai bebrapa keuntungan
antara lain, pembekuan cepat akan membentuk kristal-kristal kecil es yang lebih
kecil sehingga kerusakan sel lebih seikit, produk didinginkan sangat cepat
dibawah suhu pertumbuhan mikroorganisme
(Rosmawati 1982).
Bentuk udang
beku yang umum dipasarkan dalam perdagangan adalah dalam keadaan berikut: udang
beku tanpa kepala, udang beku yang dikupas dan bagian punggung dibelah, udang
beku yang utuh dengan kepala (Rosmawati
1982).
2.3 Persyaratan Mutu Udang
Udang sebagai salah satu
produk perikanan yang memilliki sifat mudah busuk (highly perishable),
maka penanganan yang baik mutlak diperlukan agar mutu udang tetap segar pada
saat dikonsumsi. Mutu udang terutama ditentukan oleh keadaan fisik dan
organoleptik (rupa, warna, bau, rasa dan tekstur) dari udang tersebut.
Kemudian, ukuran dan keseragaman udang juga dapat menentukan tingkat mutunya.
Oleh karena itu, tidak boleh ada cacat, rusak atau defect yang akan
mengurangi nilai dari mutu udang (Agung 2007).
2.4 Kandungan
Gizi
Udang merupakan hasil produksi perikanan yang istimewa, karena memiliki
aroma yang spesifik dan gizi yang sangat tinggi. Bagian kepala beratnya kurang
lebih 36-49% dari total keseluruhan berat badan, daging 24-41% dan kulit
17-23% (Anonim 2007). Selain itu daging udang juga
mempunyai asam amino esensial yang penting bagi manusia, dimana asam amino
tirosin, triptofan dan sistein lebih tinggi dibandingkan hewan darat. Hal ini
disebabkan tingginya protein pada udang 6 dengan 18 jenis asam amino yang
terkandung didalamnya (Agung 2007).
2.5 Kemunduran Mutu Udang
Moeljanto ( 1979
) menyatakan bahwa kemunduran mutu, udang segar juga sangat
berhubungan dengan perlakuan fisik
terhadap tubuhnya. Sebagai salah satu jenis bahan makanan yang sangat cepat mengalami
kemunduran mutu, maka penanganan udang
segar perlu mendapatkan perhatian dan perlakuan yang cermat. Tanda-tanda udang yang
masih segar dan baik mutunya adalah :
1). Rupa dan warna ;
utuh, nening, sambungan antara kepala dan ekor serta antara ruas kokoh.
2). Bau ; segar dan
spesifik serta bau amoniak yang menusuk sebelum ada sama sekali.
3). Daging ; tekstur
elastic, warna daging bening dan bercahaya.
Proses kemunduran mutu udang
dapat disebabkan oleh faktor-faktor yang
berasal dari badan udang itu sendiri dan faktor
lingkungan. Penurunan mutu ini terjadi secara autolisis, bakteriologis dan
oksidatif. Kemunduran mutu udang sangat berhubungan dengan komposisi kimia dan
susunan tubuhnya. Sebagai produk biologis, udang termasuk bahan makanan yang
mudah bususk bila dibandingkan dengan ikan. Oleh karena itu, penanganan udang
segar memerlukan perhatian dan perlakuan yang cermat. Bagian kepala merupakan
bagian yang sangat berpengaruh terhadap daya simpan karena bagian kepala
mengandung enzim pencernaan dan bakteri pembusuk (Agung 2007).
Kerusakan biokimia
disebabkan oleh kerusakan enzim yang ada dalam tubuh udang. Enzim tersebut
menguraikan atau membongkar senyawa-senyawa makromolekul dan mudah menguap
sehingga timbul bau busuk atau tidak sedap (Wahyudi 2003).
Kerusakan mikrobiologis
dipacu oleh pertumbuhan mikroba yang terdapat
dalam tubuh dan permukaan udang, setelah udang mati
pertahanan tubuhnya berkurang sehingga mikroba dapat menyerang daging udang. Pengaruh
lingkungan seperti sinar matahari dan suhu dapat menjadi penyebab utama
kerusakan fisik. Penigkatan suhu dapat mempercepat proses oksidasi dan tekstur
udang menjadi lunak (Wahyudi 2003).
Salah satu cara untuk
menghambat proses penurunan mutu udang segar adalah dengan pembekuan yang
merupakan cara yang paling baik untuk penyimpanan jangka panjang. Apabila cara
pengolahan dan pembekuan dilakukan dengan baik dan bahan mentahnya masih segar,
maka dapat dihasilkan udang beku yang bila dicairkan mendekati sifat-sifat
udang segar (Moeljanto 1992).
2.5.1 Aktivitas enzimatis
Penurunan mutu adalah suatu proses autolisis yang
terkadi karena kegiatan enzim dalam tubuh udang dan tidak terkendali sehingga
senyawa pada jaringan tubuh yang tekah mati terurai secara kimia (Purwaningsih
1995). Seperti diketahui bahwa enzim pada udang berfungsi antara lain menguraikan
protein, karbohidrat dan lemak menjadi energy atau disimpan sebagai cadangan
makanan, tetapi setelah udang mati enzim masih terus menguraikan jaringan
tubuh, sementara pemasukan makanan dari luar terhenti, akibatnya jaringan tubuh
menjadi lembek. Selain itu, terjadi pula penguraian protein menjadi asam amino
dan perubahan-perubahan terhadap komponen flavor, warna (diskolorasi)
dari warna asli mejadi warna coklat atau hitam (black spot) yang
disebabkan oleh reaksi enzimatis.
2.5.2 Oksidasi
Kecepatan oksidasi lemak
dapat diperlambat dengan penurunan suhu. Melindungi produk agar tidak
berhubungan dengan udara (dibungkus), dengan pembunuhan antioksidan, mencegah
kontak antara produk dengan logam-logam berat lainnya (Ilyas 1983 dalam Irwanto
2002).
2.5.3 Aktivitas mikroorganisme
Proses penurunan mutu secara
mokrobiologis adalah suatu proses penurunan mutu yang terjadi karena adanya
kegiatan bakteri yang berasal dari selaput lender, insang dan saluran
pencernaan (Purwaningsih 1995). Aktivitas bakteri dimulai setelah udang mati
namun demikian kegiatannya masih terbatas karena kondisi jaringan tubuh udang
(pH dan suhu) yang belum sesuai untuk aktivitas dan perkembangannya. Aktivitas
perkembangbiakan baru berlangsung setelah terjadi kelembekan pada daging akibat
kerja enzim (proses10 autolysis). Serangan bakteri pada udang terutama tertuju
pada beberapa tempat yang merupakan sumber pembusukan yaitu selaput lender dan
kulit, isi perut yang terletak di kepala, insang, dan kaki yang terdapat pada
bagian kepala.
2.5.4 Dehidrasi
Produk udang beku akan mengalami proses dehidrasi
(kekeringan) karena adanya perpindahan panas yang membawa uap air dari produk
kearah evaporator, sehingga produk menjadi kering dan berwarna coklat. Cara
mengatasinya adalah
dengan proses glazing dan pengemasan yang
benar. Dengan diketahuinya penyebab penurunan mutu pada udang beku, diharapkan
penanganan terhadap produk beku dapat dilakukan dengan lebih baik sehingga
tujuan dari pembekuan
itu sendiri akan
tercapai.
Proses
kemunduran mutu udang terjadi sesaat setelah udang mati atau post mortem. Keadaan post
mortem menurut Darwin 1967 dapat dibedakan menjadi 3 fase yaitu fase pre rigor dalam fase ini udang baru
mengalami kematian dan bakteri mengalami perkembang lambat 2. Fase rigor mortis dimana dalam fase ini
keadaan daging udang keras yang dipengaruhi oleh suhu dan penyebab kematian
udang, 3. Fase post rigor dalam fase ini terjadi proses autolysis yang
menyebabkan sebagian cairan keluar dari sel yang merupakan substrat yang cocok
untuk pertumbuhan bakteri.
Kemunduran mutu udang dapat disebabkan oleh
beberapa faktor antara yaitu: aktivitas enzimatik atau autolitik, terjadinya
proses oksidasi dan pembusukan karena bakteri. Namun, penbusukan tersebut dapat
dicegah oleh beberapa hal yaitu: mengontrol jumlah bakteri dan proses oksidasi
terutama pembentukan melanin karena aksi enzim fenolase terhadap substrat
fenol.
Mutu udang
dipengaruhi oleh perlakuan sebelum pembekuan antara lain adalah pembuangan
kepala pencucian dan juga faktor pengupasan kulit. Udang yang ditangkap dan
langsung dibekukan dapat mencapai 12 bulan dengan penyimpanan pada suhu -18oC.Temperature
penyimpanan juga sangat mempengaruhi mutut udang beku. Udang yang disimpan pada
suhu -12oC akanmengalami kemunduran mutu dan hanya tahan 10 bulan.
Udang yang disimpan dalam suhu -40oC udang masih bertahan samapi 12
bulan. Sedangkan apabila suhu berfluktuasi antara -18oC dan -12oC
akan mempunyai mutu yang sedikit lebih baik dari pada yang disimpan pada suhu
-18oC.
Pada prinsipnya pembekuan
udang merupakan salah satu cara memperlambat terjadinya proses penurunan mutu,
baik secara autolisis, bakteriologis dan oksidasi dengan suhu rendah. Walaupun
dapat memperlambat pertumbuhan mikroorganisme serta memperlambat reaksi kimia
dan aktivitas enzim, pembekuan bukanlah cara untuk mensterilkan udang. Oleh
karena itu, setelah udang dibekukan dan disimpan dalam ruang beku (cold
storage), tidak akan lepas begitu saja dari proses penurunan mutu (Ilyas
1993). Menurut Hadiwiyoto (1993), proses pembekuan berdasarkan sistem pindah
panas dari alat yang digunakan atau cara yang dikerjakan, proses pembekuan
terdiri atas:
·
Pembekuan
konvensional, jika cara pembekuannya menggunakan alat
pendinginan sederhana yang tradisional atau konvensional
sifatnya.
·
Blast
freezing, pada metode ini bahan
ditempatkan pada suatu ruang
pembekuan dengan udara bersuhu rendah dihembuskan.
Beberapa cara metode
ini adalah pembekuan dalam alat berbentuk terowongan (tunnel
freezing), air blast freezing dan flow freezing.
·
Contact
plate freezing, pada metode
ini bahan dibekukan dengan alat pelat-pelat pembekuan yang ditempatkan pada
bahan.
·
Pembekuan celup
(immersion freezing), pada metode ini bahan yang akan
dibekukan dicelupkan dalam
cairan yang sangat dingin, misalnya larutan
garam
(NaCl) dingin, campuran gliserol dan alkohol atau larutan gula dingin.
·
Pembekuan dengan
cara penyemprotan bahan pendingin berbentuk cairan
(spray
freezing)
·
Kombinasi
pembekuan celup dengan blast freezing (the blend process)
·
Cryogenic freezing, merupakan metode pembekuan dengan menggunakan gas
nitrogen yang dicairkan atau karbondioksida cair. Proses
produksi udang beku dimulai dari tempat penerimaan sampai dengan tempat
penyimpanan udang beku (cold storage). Urutan-urutannya secara umum
adalah sebagai berikut (Purwaningsih 1995).
Agung.2007.Biologi dan Morfologi Udang.(terhubung
berkala). www.biologiudang.net (28 April 2011)
Anonim.2007.Gizi Udang.(terhubung berkala).www.kandungangiziudang.com/ (20 April 2011)
Austin.1981.Proses Pengolahan Udang Beku. (terhubung
berkala).www.pengolahanikan.com/ (28
April 2011)
Hadiwiyoto.1993.Alat-alat Pembekuan Udang.(20 April
2011)www.alatbekuudang.com/
Hariadi.1994.Cara Pengolahan Udang. (terhubung
berkala).www.pengolahanudang.com/ (28
April 2011)
Ilyas 1983 dalam Irwanto 2002.Oksidasi Bagi Perikanan
Laut.www.ikanlautku.com (28 April 2011)
Purwaningsih.1995.Teknik Pembekuan Udang Cetakan
2.Jakarta: Penebar Swadaya
Rosmawati.1982.Produk Perikanan.(terhubung
berkala).www.hasilikanlaut.com/ (22 April 2011)
Wahyudi.2003.Mutu Ikan Laut.(terhubung
berkala).www.mutuikan.com/ (22 April 2011)
Langganan:
Postingan (Atom)












