Terima Kasih Anda Sudah Berkunjung di Samsudin Punya Blog

Layanan Web Bagi Pera Pencari Berita di Dunia Internet. PAMU SIDA - Apa Yang Kamu Mau di Sini Ada

untuk sementara website ini akan diperbaiki

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

NIKMAT DARI KEBESARAN ALLAH

Inilah Dia, Salah Satu dari Sekian Banyak Nikmat Allah yang diberikan Kepada Manusia. Gunung - gunung penyeimbang Bumi - Pemandangan Tiada tara

untuk sementara website ini akan diperbaiki

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

untuk sementara website ini akan diperbaiki

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

untuk sementara website ini akan diperbaiki

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 31 Oktober 2011

GELOMBANG LAUT (OCEAN WAVES)


GELOMBANG LAUT (OCEAN WAVES)
Gelombang/ombak yang terjadi di lautan dapat diklasifikasikan kepada beberapa jenis bergantungkepadadaya pencetusnya. Pencetus gelombang laut dapat disebabkan oleh: angin (gelombang angin),daya tarikan bumi-bulan-matahari (gelombang pasang-surut), gempa (vulkanik atau tektonik) di dasarlaut (gelombang tsunami), ataupun gelombang yang disebabkan oleh gerakan kapal.
Gelombang yang biasanya terjadi dan dikaji dalam bidang teknik pantai adalah gelombang angin danpasang-surut. Gelombang dapat membentuk dan merosakan pantai dan menbawa kesan kepada strukturpantai. Tenaga dari gelombang akan membangkitkan arus dan mempengaruhi pergerakan sedimendalam arah tegak lurus pantai (cross-shore) dan sejajar pantai (longshore). Dalam pengkajianbidangteknik pantai, gelombang merupakan faktor utama yang dikenalpasti dalam proses pembentukanstruktur pantai.

DEFINISI GELOMBANG OMBAK
Gelombang ombak adalah pergerakan naik dan turunnya air dengan arah tegak lurus permukaan air lautyang membentuk kurva/grafik sinusoidal. Gelombang laut biasanya disebabkan oleh angin. Angin diatas lautan memindahkan tenaganya ke permukaan perairan, menyebabkan riak-riak, alunan/bukit, danberubah menjadi apa yang kita sebut sebagai gelombang atau ombak.
Partikel air berada dalam satu tempat, bergerak di suatu lingkaran, naik dan turun dengan suatu gerakankecil dari sisi satu kembali ke sisi semula. Gerakan ini memberi gambaran suatu bentuk gelombang.Pelampung yang mengapung di air pindah ke pola yang sama, naik turun di suatu lingkaran yanglambat, yang dibawa oleh pergerakan air.
Di bawah permukaan, gerakan putaran gelombang itu semakin mengecil. Pergerakan orbital yangmengecil seiring dengan kedalaman air, sehingga kemudian di dasarnya hanya akan meninggalkansuatu gerakan kecil mendatar dari sisi ke sisi yang disebut“s u rg e ” .

PENGARUH GELOMBANG
Pada kondisi sesungguhnya di alam, pergerakan orbital di perairan dangkal (shallow water) dekatdengan kawasan pantai dapat dilihat pada gambar animasi dibawah ini. Pada gambar animasi ini,dapatlah kita bayangkan bagaimana energi gelombang mampu mempengaruhi kondisi pantai.
Ketinggian dan periode gelombang tergantung kepada panjang fetch pembangkitannya. Fetch adalahjarak perjalanan tempuh gelombang dari awal pembangkitannya. Fetch ini dibatasi oleh bentuk daratanyang mengelilingi laut. Semakin panjang jarak fetchnya, ketinggian gelombangnya akan semakin besar.Angin juga mempunyai pengaruh yang penting pada ketinggian gelombang. Angin yang lebih kuatakan menghasilkan gelombang yang lebih besar.
Gelombang yang menjalar dari laut dalam (deep water) menuju ke pantai akan mengalami perubahanbentuk karena adanya perubahan kedalaman laut. Apabila gelombang bergerak mendekati pantai,pergerakan gelombang di bagian bawah yang berbatasan dengan dasar laut akan melambat. Ini adalahakibat dari friksi/gesekan antara air dan dasar pantai. Sementara itu, bagian atas gelombang dipermukaan air akan terus melaju. Semakin menuju ke pantai, puncak gelombang akan semakin tajamdan lembahnya akan semakin datar. Fenomena ini yang menyebabkan gelombang tersebut kemudianpecah.
Ada dua tipe gelombang, bila dipandang dari sisi sifat-sifatnya. Yaitu
Gelombang pembangun/pembentuk pantai (Constructive wave).
Gelombang perusak pantai (Destructive wave).
Yang termasuk gelombang pembentuk pantai, bercirikan mempunyai ketinggian kecil dan kecepatanrambatnya rendah. Sehingga saat gelombang tersebut pecah di pantai akan mengangkut sedimen(material pantai). Material pantai akan tertinggal di pantai (deposit) ketika aliran balik dari gelombangpecah meresap ke dalam pasir atau pelan-pelan mengalir kembali ke laut.
Sedangkan gelombang perusak pantai biasanya mempunyai ketinggian dan kecepatan rambat yangbesar (sangat tinggi). Air yang kembali berputar mempunyai lebih sedikit waktu untuk meresap kedalam pasir. Ketika gelombang datang kembali menghantam pantai akan ada banyak volume air yangterkumpul dan mengangkut material pantai menuju ke tengah laut atau ke tempat lain.

RANCANG BANGUN ALAT UKUR KETINGGIAN, WAKTU, PANJANG GELOMBANG LAUT
Tinggi gelombang banyak ditentukan sebagai hasil interaksi beberapa factor. Dari faktor-faktor tersebut yang lebih menentukan adalah Kecepatan angin, Lama keberadaan angin tersebut, Jarak sepanjang permukaan angin tersebut meniup dalam satu arah.Pada tugas akhir ini dilakukan perancangan dan pembuatan alat ukur ketinggian, waktu, panjang gelombang laut yang diimplementasikan pada sebuah real plant dengan memanfaatkan fasilitas komunikasi serial untuk mengirimkan dan menerima data pengukuran gelombang laut.Sistem akuisisi data menggunakan sensor Spectrol yang dikontrol oleh mikrokontrollerl dan data hasil pengukuran dikirim melalui kabel serial dengan PC yang berfungsi sebagai server.Dari sistem pengukuran level (ketinggian) dapat diperoleh sebuah sensor level yang memiliki nilai sensitivitas sebesar 0.01 Volt/cm.

Gelombang air laut merupakan sekumpulan partikel air yang bergerak memutar seperti membentuk lingkaran. Partikel tersebut akan jatuh pada titik awal lingkaran memutar tersebut berada
Gelombang air laut disebabkan oleh adanya hembusan angin yang memecahkan kawasan permukaan air laut. Hembusan angin akan mendorong untuk naik ataupun pasang air laut.
Gaya gravitasi akan menarik gelombang air laut menjadi menurun ataupun surut. Jadi, semakin kuat dan lamanya hembusan angin maka akan menimbulkan gelombang air laut yang berkekuatan besar.
Gelombang air laut dapat membahayakan bagi manusia. Gelombang air laut yang disebabkan oleh badai dapat menyebabkan hancurnya satukapal laut bahkan dapat merenggut sebagian orang yang berdiri di pinggir daerah tersebut.
Gelombang air laut juga dapat bermanfaat manusia. Bagi seorang peselancar (surfer), gelombang air laut berkekuatan besar dapat dimanfaatkan untuk berselancar (surfing).
Ahira.2010. http://www.anneahira.com/pasang-surut-laut.htm. Peristiwa Alam - Pasang Surut Laut

Selasa, 18 Oktober 2011

biologi dan mutu udang beku


2.1 Biologi Udang Windu
Menurut Agung (2007) dalam dunia internasional, udang windu dikenal dengan nama black tiger, tiger shrimp, atau tiger prawn. Adapun udang windu diklasifikasikan sebagai berikut :
Kingdom : Animalia
Phyllum : Arthropoda
Class : Malacostraca
Ordo : Decapoda
Family : Panaeidae
Genus : Panaeus
Species : Panaeus monodon Fabricus

 
Ditinjau dari morfologinya, tubuh udang windu (Panaeus monodon Fab.) terbagi menjadi dua bagian, yakni bagian kepala yang menyatu dengan dada atau disebut cephalothorax dan bagian perut (abdomen) yang terdapat ekor dibagian belakangnya. Bagian tubuhnya terdiri dari beberapa ruas (segmen). Cephalothorax terdiri dari 13 ruas, yaitu kepalanya sendiri 5 ruas dan dadanya 8 ruas, Sedangkan bagian perut terdiri atas 6 segmen dan 1 telson. Setiap ruas tubuh memiliki kaki sepasang (Agung 2007).
Udang windu (Panaeus monodon Fab.) memiliki sifat-sifat dan ciri khas
yang membedakannya dengan udang-udang yang lain. Udang windu bersifat Euryhaline, yakni secara alami bisa hidup di perairan yang berkadar garam dengan rentang yang luas, yakni 5-45 ‰. Kadar garam ideal untuk pertumbuhan udang windu adalah 19-35 ‰. Sifat lain yang juga menguntungkan adalah ketahanannya terhadap perubahan suhu yang dikenal sebagai eurythemal (Agung 2007).

2.2 Definisi Produk
Pembekuan adalah adalah salah satu cara untuk mengawetkan makanan berdasarkan atas penghambatan pertumbuhan mikroorganisme, menahan reaksi kimia dan aktivitas enzim. Faktor yang penting dalam pembekuan adalah kecepatan pembekuan. Pembekuan cepat lebih dianjurkan dari pada pembekuan lambat karena mempunyai bebrapa keuntungan antara lain, pembekuan cepat akan membentuk kristal-kristal kecil es yang lebih kecil sehingga kerusakan sel lebih seikit, produk didinginkan sangat cepat dibawah suhu pertumbuhan mikroorganisme (Rosmawati 1982).
Bentuk udang beku yang umum dipasarkan dalam perdagangan adalah dalam keadaan berikut: udang beku tanpa kepala, udang beku yang dikupas dan bagian punggung dibelah, udang beku yang utuh dengan kepala (Rosmawati 1982).

2.3 Persyaratan Mutu Udang
Udang sebagai salah satu produk perikanan yang memilliki sifat mudah busuk (highly perishable), maka penanganan yang baik mutlak diperlukan agar mutu udang tetap segar pada saat dikonsumsi. Mutu udang terutama ditentukan oleh keadaan fisik dan organoleptik (rupa, warna, bau, rasa dan tekstur) dari udang tersebut. Kemudian, ukuran dan keseragaman udang juga dapat menentukan tingkat mutunya. Oleh karena itu, tidak boleh ada cacat, rusak atau defect yang akan mengurangi nilai dari mutu udang (Agung 2007).

2.4 Kandungan Gizi
            Udang merupakan hasil produksi perikanan yang istimewa, karena memiliki aroma yang spesifik dan gizi yang sangat tinggi. Bagian kepala beratnya kurang lebih 36-49% dari total keseluruhan berat badan, daging 24-41% dan kulit
17-23% (Anonim 2007). Selain itu daging udang juga mempunyai asam amino esensial yang penting bagi manusia, dimana asam amino tirosin, triptofan dan sistein lebih tinggi dibandingkan hewan darat. Hal ini disebabkan tingginya protein pada udang 6 dengan 18 jenis asam amino yang terkandung didalamnya (Agung 2007).

2.5 Kemunduran Mutu Udang
       Moeljanto ( 1979 ) menyatakan  bahwa kemunduran  mutu, udang segar juga sangat berhubungan  dengan perlakuan fisik terhadap tubuhnya. Sebagai salah satu jenis bahan  makanan yang sangat cepat mengalami kemunduran  mutu, maka penanganan udang segar perlu mendapatkan perhatian dan  perlakuan yang cermat. Tanda-tanda udang yang masih segar dan  baik mutunya adalah :
1). Rupa dan warna ; utuh, nening, sambungan antara kepala dan ekor serta antara ruas kokoh.
2). Bau ; segar dan spesifik serta bau amoniak yang menusuk sebelum ada sama sekali.
3). Daging ; tekstur elastic, warna daging bening dan bercahaya.
Proses kemunduran mutu udang dapat disebabkan oleh faktor-faktor yang
berasal dari badan udang itu sendiri dan faktor lingkungan. Penurunan mutu ini terjadi secara autolisis, bakteriologis dan oksidatif. Kemunduran mutu udang sangat berhubungan dengan komposisi kimia dan susunan tubuhnya. Sebagai produk biologis, udang termasuk bahan makanan yang mudah bususk bila dibandingkan dengan ikan. Oleh karena itu, penanganan udang segar memerlukan perhatian dan perlakuan yang cermat. Bagian kepala merupakan bagian yang sangat berpengaruh terhadap daya simpan karena bagian kepala mengandung enzim pencernaan dan bakteri pembusuk (Agung 2007).
Kerusakan biokimia disebabkan oleh kerusakan enzim yang ada dalam tubuh udang. Enzim tersebut menguraikan atau membongkar senyawa-senyawa makromolekul dan mudah menguap sehingga timbul bau busuk atau tidak sedap (Wahyudi 2003).
Kerusakan mikrobiologis dipacu oleh pertumbuhan mikroba yang terdapat
dalam tubuh dan permukaan udang, setelah udang mati pertahanan tubuhnya berkurang sehingga mikroba dapat menyerang daging udang. Pengaruh lingkungan seperti sinar matahari dan suhu dapat menjadi penyebab utama kerusakan fisik. Penigkatan suhu dapat mempercepat proses oksidasi dan tekstur udang menjadi lunak (Wahyudi 2003).
Salah satu cara untuk menghambat proses penurunan mutu udang segar adalah dengan pembekuan yang merupakan cara yang paling baik untuk penyimpanan jangka panjang. Apabila cara pengolahan dan pembekuan dilakukan dengan baik dan bahan mentahnya masih segar, maka dapat dihasilkan udang beku yang bila dicairkan mendekati sifat-sifat udang segar (Moeljanto 1992).
2.5.1 Aktivitas enzimatis
Penurunan mutu adalah suatu proses autolisis yang terkadi karena kegiatan enzim dalam tubuh udang dan tidak terkendali sehingga senyawa pada jaringan tubuh yang tekah mati terurai secara kimia (Purwaningsih 1995). Seperti diketahui bahwa enzim pada udang berfungsi antara lain menguraikan protein, karbohidrat dan lemak menjadi energy atau disimpan sebagai cadangan makanan, tetapi setelah udang mati enzim masih terus menguraikan jaringan tubuh, sementara pemasukan makanan dari luar terhenti, akibatnya jaringan tubuh menjadi lembek. Selain itu, terjadi pula penguraian protein menjadi asam amino dan perubahan-perubahan terhadap komponen flavor, warna (diskolorasi) dari warna asli mejadi warna coklat atau hitam (black spot) yang disebabkan oleh reaksi enzimatis.
2.5.2 Oksidasi                                                                    
Kecepatan oksidasi lemak dapat diperlambat dengan penurunan suhu. Melindungi produk agar tidak berhubungan dengan udara (dibungkus), dengan pembunuhan antioksidan, mencegah kontak antara produk dengan logam-logam berat lainnya (Ilyas 1983 dalam Irwanto 2002).
2.5.3 Aktivitas mikroorganisme
Proses penurunan mutu secara mokrobiologis adalah suatu proses penurunan mutu yang terjadi karena adanya kegiatan bakteri yang berasal dari selaput lender, insang dan saluran pencernaan (Purwaningsih 1995). Aktivitas bakteri dimulai setelah udang mati namun demikian kegiatannya masih terbatas karena kondisi jaringan tubuh udang (pH dan suhu) yang belum sesuai untuk aktivitas dan perkembangannya. Aktivitas perkembangbiakan baru berlangsung setelah terjadi kelembekan pada daging akibat kerja enzim (proses10 autolysis). Serangan bakteri pada udang terutama tertuju pada beberapa tempat yang merupakan sumber pembusukan yaitu selaput lender dan kulit, isi perut yang terletak di kepala, insang, dan kaki yang terdapat pada bagian kepala.
2.5.4 Dehidrasi
Produk udang beku akan mengalami proses dehidrasi (kekeringan) karena adanya perpindahan panas yang membawa uap air dari produk kearah evaporator, sehingga produk menjadi kering dan berwarna coklat. Cara mengatasinya adalah
dengan proses glazing dan pengemasan yang benar. Dengan diketahuinya penyebab penurunan mutu pada udang beku, diharapkan penanganan terhadap produk beku dapat dilakukan dengan lebih baik sehingga tujuan dari pembekuan
itu sendiri akan tercapai.
Proses kemunduran mutu udang terjadi sesaat setelah udang mati atau post mortem.  Keadaan post mortem menurut Darwin 1967 dapat dibedakan menjadi 3 fase yaitu fase pre rigor dalam fase ini udang baru mengalami kematian dan bakteri mengalami perkembang lambat 2. Fase rigor mortis dimana dalam fase ini keadaan daging udang keras yang dipengaruhi oleh suhu dan penyebab kematian udang, 3. Fase post rigor  dalam fase ini terjadi proses autolysis yang menyebabkan sebagian cairan keluar dari sel yang merupakan substrat yang cocok untuk pertumbuhan bakteri.
 Kemunduran mutu udang dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara yaitu: aktivitas enzimatik atau autolitik, terjadinya proses oksidasi dan pembusukan karena bakteri. Namun, penbusukan tersebut dapat dicegah oleh beberapa hal yaitu: mengontrol jumlah bakteri dan proses oksidasi terutama pembentukan melanin karena aksi enzim fenolase terhadap substrat fenol.
Mutu udang dipengaruhi oleh perlakuan sebelum pembekuan antara lain adalah pembuangan kepala pencucian dan juga faktor pengupasan kulit. Udang yang ditangkap dan langsung dibekukan dapat mencapai 12 bulan dengan penyimpanan pada suhu -18oC.Temperature penyimpanan juga sangat mempengaruhi mutut udang beku. Udang yang disimpan pada suhu -12oC akanmengalami kemunduran mutu dan hanya tahan 10 bulan. Udang yang disimpan dalam suhu -40oC udang masih bertahan samapi 12 bulan. Sedangkan apabila suhu berfluktuasi antara -18oC dan -12oC akan mempunyai mutu yang sedikit lebih baik dari pada yang disimpan pada suhu -18oC.
Pada prinsipnya pembekuan udang merupakan salah satu cara memperlambat terjadinya proses penurunan mutu, baik secara autolisis, bakteriologis dan oksidasi dengan suhu rendah. Walaupun dapat memperlambat pertumbuhan mikroorganisme serta memperlambat reaksi kimia dan aktivitas enzim, pembekuan bukanlah cara untuk mensterilkan udang. Oleh karena itu, setelah udang dibekukan dan disimpan dalam ruang beku (cold storage), tidak akan lepas begitu saja dari proses penurunan mutu (Ilyas 1993). Menurut Hadiwiyoto (1993), proses pembekuan berdasarkan sistem pindah panas dari alat yang digunakan atau cara yang dikerjakan, proses pembekuan terdiri atas:
·         Pembekuan konvensional, jika cara pembekuannya menggunakan alat
pendinginan sederhana yang tradisional atau konvensional sifatnya.
·         Blast freezing, pada metode ini bahan ditempatkan pada suatu ruang
pembekuan dengan udara bersuhu rendah dihembuskan. Beberapa cara metode
ini adalah pembekuan dalam alat berbentuk terowongan (tunnel freezing), air blast freezing dan flow freezing.
·         Contact plate freezing, pada metode ini bahan dibekukan dengan alat pelat-pelat pembekuan yang ditempatkan pada bahan.
·         Pembekuan celup (immersion freezing), pada metode ini bahan yang akan
dibekukan dicelupkan dalam cairan yang sangat dingin, misalnya larutan
garam (NaCl) dingin, campuran gliserol dan alkohol atau larutan gula dingin.
·         Pembekuan dengan cara penyemprotan bahan pendingin berbentuk cairan
(spray freezing)
·         Kombinasi pembekuan celup dengan blast freezing (the blend process)
·         Cryogenic freezing, merupakan metode pembekuan dengan menggunakan gas
nitrogen yang dicairkan atau karbondioksida cair. Proses produksi udang beku dimulai dari tempat penerimaan sampai dengan tempat penyimpanan udang beku (cold storage). Urutan-urutannya secara umum adalah sebagai berikut (Purwaningsih 1995).

Agung.2007.Biologi dan Morfologi Udang.(terhubung berkala). www.biologiudang.net (28 April 2011)

Anonim.2007.Gizi Udang.(terhubung berkala).www.kandungangiziudang.com/ (20 April 2011)
Austin.1981.Proses Pengolahan Udang Beku. (terhubung berkala).www.pengolahanikan.com/ (28 April 2011)
Hadiwiyoto.1993.Alat-alat Pembekuan Udang.(20 April 2011)www.alatbekuudang.com/
Hariadi.1994.Cara Pengolahan Udang. (terhubung berkala).www.pengolahanudang.com/   (28 April 2011)
Ilyas 1983 dalam Irwanto 2002.Oksidasi Bagi Perikanan Laut.www.ikanlautku.com (28 April 2011)
Purwaningsih.1995.Teknik Pembekuan Udang Cetakan 2.Jakarta: Penebar Swadaya
Rosmawati.1982.Produk Perikanan.(terhubung berkala).www.hasilikanlaut.com/ (22 April 2011)
Wahyudi.2003.Mutu Ikan Laut.(terhubung berkala).www.mutuikan.com/ (22 April 2011)

TEKHNIK PENGOLAHAN UDANG BEKU


Proses pengolahan dimulai dari tempat penerimaan sampai dengan tempat pemyimpanan. Berikut adalah urutan-urutan penerimaan sampai penyimpanan.

1.      Penerimaan bahan baku dipabrik
Udang segar yang tiba dipabrik dalam fiberglas di bongkar di ruang penerimaan. Udang dipisahkan dari sisa-sisa es dan di semprot dengan air bersih (pencucian 1). Setelah bersih, udang dimasukkan dalam keranjang kemudian ditimbang dan dibawa keruang sampling. Setiap keranjang berisi 100 kg udang dan di ambil 5 kg untuk dijadikan sampel untuk ditimbang dan disortir mutu dan ukuran serta menentukan harga beli udang.
Setelah dari ruang sampling, selanjutnya udang dibawa keruang proses untuk diolah lebih lanjut, jika masih banyak maka udang ditampung kedalam bak penampungan (fiberglas) dengan perbandingan udang dengan es adalah 1:1 dan dipenampungan tidak boleh lebih dari satu hari.
2.